Senin, 18 Januari 2010

Jurus 1 : Melihat Kompetisi

Tujuan ilmu marketing adalah memenangkan persaingan sehingga pemilik bisa mendapatkan 'keuntungan' dari perusahaan/lembaga/institusi yang didirikan. Untuk itu saya melihat dibutuhkan 3 Jurus dasar untuk mempersiapkan strategi yang akan diambil. Jurus pertama adalah kemampuan melihat persaingan yang ada atau sering disebut juga 'mengintip peluang yang ada'

Untuk menguji ide bisnis, yang pertama harus dilakukan adalah menganalisa market yang akan di masuki, sehingga bisa dicari celah untuk meletakkan produk/jasa (yg diwakili merk) di dalam persaingan. Salah satu metode untuk melihat persaingan yang saya rasa cukup baik untuk digunakan adalah Porter's Five Forces Analysis yang di tulis oleh Michael Porter.


Michael Porter membagi variabel-variabel yang ada dalam 5 blok besar seperti berikut :

- Kotak biru yang di tengah melambangkan kompetisi dalam industri sejenis yang terlihat di market. Bagian ini adalah para kompetitor langsung yang berada di pasar. Jika kita berjualan pisang goreng, maka yang termasuk dalam kotak ini adalah para penjual pisang goreng lainnya yang berada dalam jangkauan konsumen yang sama. Dalam bagian ini kita harus mencoba melihat bagaimana kekuatan merk-merk yang ada di market. Apa yang menyebabkan penjual pisang goreng di gang sebelah bisa menjual dengan harga lebih murah ? Apakah jenis pisang raja yang dipakai oleh penjual pisang goreng di jalan X disukai konsumen ? Siapakah penjual pisang goreng paling banyak ? Informasi-informasi sejenis diharapkan bisa dikumpulkan di bagian ini.

- Kotak merah adalah kekuatan daya tawar dari pemasok industri tersebut. Dalam kasus berjualan pisang goreng, pemasok nya adalah : pisang, tepung, telor, gula, minyak goreng, plastik/dus. Jika supply pisang tidak begitu banyak di lokasi usaha, harga pisang akan cenderung 'mahal' karena cenderung terjadi persaingan dalam mendapatkan pisang. Semakin banyak pemasok untuk setiap bahan baku yang dibutuhkan, semakin menguntungkan bagi kita.

- Kotak hijau adalah menganalisa daya tawar dari pembeli. Jika tidak ada penjual pisang goreng dalam radius 5 km, kita bisa menjual pisang goreng kita lebih mahal. Jika kita bisa membuat pembeli kita 'sangat membutuhkan' pisang goreng sehingga rela mengantri sepanjang 100m, kita juga bisa menjual pisang goreng kita lebih mahal lagi. Tetapi jika konsumen kita tidak menyukai pisang goreng, atau di setiap gang ada penjual pisang goreng, maka posisi kita tidak begitu bagus.

- Kotak ungu adalah mengumpulkan informasi dan menyiapkan diri dari persaingan yang muncul itba-tiba dari pendatang baru. Setelah kita berjualan pisang goreng selama 1 bulan dan banyak yang beli, maka empok sebelah rumah bisa merasa iri. Si empok bisa mengajak anaknya untuk membuat usaha serupa yaitu berjualan pisang goreng di sebelah kita. Pesaing baru harus diperhatikan dengan seksama karena biasanya mereka menggunakan 'senjata baru' untuk melawan pemain lama. Si Empok bisa menjual pisang gorengnya lebih murah, atau meminta anak nya yang cantik untuk melayani pembeli.

- Kotak hijau adalah mengawasi kemungkinan adanya produk pengganti yang bisa menggantikan produk yang kita jual. Setelah bersaing ketat di harga dan pelayanan melawan si Empok dan anaknya, tiba-tiba saja Babah Ong yang baru pensiun, berjualan tahu goreng. Jualan Babah Ong memang tidak sama dengan jualan kita, tetapi si Ali, Ita, Tuti yang biasanya membeli pisang goreng sehabis bermain, berubah membeli tahu goreng Babah Ong. Jika kita tidak bisa meyakinkan bahwa pisang goreng kita lebih enak, lebih bernilai dari tahu goreng, tidak lama kita akan gulung tikar dari jualan pisang goreng.

Ke lima kotak tersebut hanyalah alat untuk membantu kita memilah-milah apakah informasi yang kita butuhkan, yaitu informasi pasar dan pelakunya secara lengkap, telah kita peroleh. Informasi-informasi di atas harus terus diperbarui dan digunakan untuk menjaga dan meningkatkan daya saing kita.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar